Selamatkan Indramayu dari dinasti Yance
Para politisi dan aktivis dari berbagai elemen masyarakat Indramayu yang terdiri dari beberapa partai politik, tokoh masyarakat, ormas, LSM dan mahasiswa, bersepakat untuk menciptakan perubahan di Indramayu dengan menolak dinasti Yance dan kroni-kroninya untuk kembali berkuasa di periode mendatang.
Hal itu diungkapkan dalam acara diskusi publik "Mendorong Perubahan Konstelasi Politik Indramayu 2014-2015" yang diselenggarakan oleh Presidium Gerakan Perubahan Indramayu di Cafe Fira, Indramayu, Senin (18/3/13).
Acara dihadiri oleh berbagai perwakilan partai politik, seperti Ono Surono (Politisi PDIP dan Ketua HNSI Jabar), Uryanto Hadi (Ormas Nasdem), Abbas Asyafah (Ketua DPC PKB), Ade Supriyatna (Politisi Hanura), Agung Mardianto dan Ibrahim (Politisi PKS), Hj. Naimah dan Eryani Sulam (Politisi Partai NasDem), Ir. Kadiman (Politisi Demokrat), Suharto (Anggota DPRD Indramayu F-PKS).
Dari kalangan Ormas dan tokoh masyarakat seperti, Iwan Hendrawan (Mantan Ketua DPRD), Juhadi Muhammad (Ketua PC NU), Urip Sucipto (Aktivis Dumay Suara Demokrasi Indramayu), Sahali (Aktivis dan Praktisi Hukum), Daryani (ISNU Indramayu), Hadi Suroso (Direktur AMIK Indramayu), beberapa dari Pos Bantuan Hukum Berbasis Masyarakat (PBHBM) Indramayu, dan beberapa perwakilan mahasiswa.
Dalam diskusi publik itu, para perwakilan menyampaikan pendapatnya terkait tema yang akan dibahas. Mayoritas peserta sangat mendukung dan antusias adanya pertemuan tersebut, pasalnya baru pertama kali dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir ini.
Semua pesertra menyoroti persoalan yang selama ini terjadi di Indramayu baik menyangkut politik, Penegakan hukum, pendidikan, ekonomi maupun pembangunan di kabupaten Indramayu dinilai masih mandul dan tak ada perubahan.
Terlebih lagi, para peserta sepakat menilai perilaku dinasti Yance (Irianto MS Syafiuddin) yang menggunakan istrinya Anna Sophanah hanya sebagai boneka untuk ambisi kekuasaannya sehingga melakukan tindakan represif terhadap jajaran Birokrasi, PNS, hingga para perangkat Desa.
"Dari pemaparan tadi, kita sudah sepakat harus ada perubahan di Indramayu dan menolak adanya dinasti saat ini. Hari ini merupakan pertemuan pertama untuk kemudian akan dilanjutkan pada pertemuan-pertemuan selanjutnya," ujar Koordinator Presidium Gerakan Perubahan Indramayu (GPI), Solihin.
Presidium GPI digawangi oleh beberapa perwakilan aktivis seperti, Oushj Dialambaqa (Direktur PKSPD), Totok Sukarno (Tokoh Masyarakat), Umar S Radic (Aktivis Jurnalis), Abdul Kholik (Aktivis Buruh), Hadi Santosa (Aktivis pendidikan). ( cuplik.com)
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Selamatkan Indramayu dari dinasti Yance"
Post a Comment